Harap verifikasi akun kamu!Verifikasi
Mode Normal

Hari Air Sedunia, Warga Ibu Kota Masih Alami Krisis Air - Liputan6 Pagi

0 Komentar

Laporkan masalah

Laporkan Video ini
Apa yang terjadi?
Batal
Liputan6.com
Diunggah 23 Mar 2018

Kamis, 22 Maret kemarin diperingati sebagai Hari Air Sedunia. Ironisnya, masih banyak warga Ibu Kota yang mengalami krisis air, sehingga harus mengeluarkan biaya tambahan sekadar untuk membeli air bersih.

Seperti ditayangkan Liputan6 Pagi SCTV, Jumat (23/3/2018), ratusan kepala keluarga di Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, hingga kini masih mengalami krisis air bersih. Sudah bertahun-tahun warga yang bermukim di RT 18-19 dan RW 17 tak mendapatkan pasokan air. Selama ini, warga hanya menggantungkan kebutuhan air bersih dengan cara membeli dari pedagang eceran.

Di tengah melambungnya harga kebutuhan pokok, warga harus menyisihkan anggaran rumah tangga untuk keperluan membeli air bersih. Untuk satu pikul atau sekitar dua jeriken, warga harus mengeluarkan uang hingga Rp 5.000.

Air tersebut digunakan untuk mandi, masak dan mencuci. Dalam sehari, minimal warga membutuhkan air bersih antara empat hingga lima pikul, atau sekitar delapan hingga sepuluh jeriken. Jika dikalkulasikan, selama sebulan, warga harus mengeluarkan uang sebesar Rp 600 ribu hanya untuk membeli air bersih.

Ketiadaan pasokan air bersih di permukiman tersebut memberikan keuntungan tersendiri bagi pedagang air. Dalam satu hari, seorang pedagang air bersih mampu menjual 50 pikul, atau 100 jeriken. Di tengah momen hari air yang jatuh setiap 22 Maret ini, warga berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperhatikan kebutuhan mereka akan air bersih.

Komentar

default-user
Langganan untuk bisa berkomentar
    Verifikasi Akun Kamu..

    Kamu belum melakukan verifikasi akun. Silahkan periksa email Kamu dan ikuti langkah selanjutnya.

    Atau verifikasi melalui SMS

    VERIFIKASI SMS

    Dengan memverifikasi email, Anda dapat melakukan:

    • Upload vidio dengan ukuran yang lebih besar