Harap verifikasi akun kamu!Verifikasi
Video Ramadan
Menampilkan 74 vidio
Tanggung Jawab Seorang Pemimpin
0 Komentar
BeritaSatu
Diunggah 12 Jun 2018
Laporkan Spam Video
Dalam Alquran Allah SWT dua kali menyebut dua kali kata khalifah. Pertama, terdapat dalam Surat Al Baqarah ayat 30 yang berbunyi,”Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui". Kedua terdapat dalam Surat Shad ayat 26 yang mengatakan,”Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.” Yang menarik adalah kalau kita coba lihat kedua ayat tersebut maka kita bisa memaknai. Pertama kata khalifah bermakna orang atau individu yang diberikan kekuasaan untuk mengelola suatu wilayah baik wilayah itu kecil ataupun luas. Dalam hal ini, Nabi Daud diberikan wilayah untuk mengelola Palestina. Sedangkan, Nabi Adam ditekankan untuk mengelola wilayah baik secara potensi ataupun aktual. Di seluruh wilayah bumi semesta ini dalam masa sejarah awal kemanusiaan. Kedua, kita bisa melihat bahwasannya dalam ayat tersebut, Surat Al Baqarah ayat 30, Allah SWT menggunakan kata “Sesungguhnya Aku”. Dalam hal tersebut Allah ingin menekankan bahwasannya pengangkatan Nabi Adam sebagai pemimpin adalah wewenang atau hak dari Allah SWT. Tanpa ada keterlibatan yang lain. Sementara itu, dalam Surat Shad ayat 26 disebutkan “Sesungguhnya Kami”. Kata “Kami” itu tak hanya bermakna membesarkan diri Allah SWT. Melainkan juga bermakna bahwasannya pengangkatan Nabi Daud sebagai pemimpin atau sebagai penguasa di daerah Palestina tidak saja wewenang Allah SWT. Namun, juga ada keterlibatan masyarakat di dalamnya. Maksut dari kedua ayat tersebut ialah bahwasannya kata khalifah tidak hanya bermakna pemimpin. Namun, juga bermakna pengganti atau representasi Allah di muka bumi ini. Oleh karena itu, yang ingin ditekankan pada kedua ayat tadi, yaitu khalifah atau pemimpin dalam hal ini adalah orang yang menerima amanah. Pada konteks Nabi Adam dalam Surat Al Baqarah ayat 30, Adam menerima amanah langsung dari Allah SWT. Sedangkan, pada konteks Surat Shad ayat 26 pada wilayah Nabi Daud, Nabi Daud menerima amanah tidak saja dari Allah SWT, melainkan juga dari masyarakat. Maka pemimpin adalah orang yang menerima amanah. Orang yang menerima amanah mesti menjalankan amanahnya. Pemberi amanah tersebut ialah Allah SWT dan rakyat. Oleh karena itu, pemimpin bertanggung jawab kepada Allah SWT. Pun juga bertanggung jawab kepada rakyat. Pemimpin yang tidak bertanggung jawab atau yang tidak menjalankan amanah, korupsi, zalim, yang tidak memberikan kebaikan kepada manusia, maka pemimpin itu adalah pemimpin yang melanggar sunnatullah Allah. Juga melanggar prinsip-prinsip kepemimpinan dan melanggar prinsip kemanusiaan. Maka dari itu, pemimpin adalah orang yang menerima amanah dan mesti bertanggung jawab kepada pemberi amanah, yaitu Allah SWT dan masyarakat demi kebaikan umat manusia. #jalan pulang #tanggung jawab #pemimpin
Lifestyle

Komentar

Verifikasi Akun Kamu..

Kamu belum melakukan verifikasi akun. Silahkan periksa email Kamu dan ikuti langkah selanjutnya.

Atau verifikasi melalui SMS

VERIFIKASI SMS

Dengan memverifikasi email, Anda dapat melakukan:

  • Upload vidio dengan ukuran yang lebih besar