Harap verifikasi akun kamu!Verifikasi

Ceramah Singkat- Haji yang Paling Afdhal (UTAMA) - Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.

0 Komentar
Komentar
Yufid TV
Diunggah 9 Aug 2018
Laporkan Spam Video
Ceramah Singkat: Haji yang Paling Afdhal (UTAMA) - Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc. Ceramah singkat Yufid Tv kali ini Ustadz Ahmad Zainuddin membahas tentang haji yang paling afdhal atau utama. Mau tau apa haji yang paling utama?. Yuk simak video ceramah singkat Yufid TV berikut. Berdasarkan riwayat-riwayat yang shahih dari Nabi ﷺ, ada tiga jenis haji yang bisa diamalkan. Masing-masingnya mempunyai nama dan sifat (tatacara) yang berbeda. Tiga jenis haji tersebut adalah sebagai berikut: 1. Haji Tamattu’ Haji Tamattu’ adalah berihram untuk menunaikan umrah di bulan-bulan haji (Syawal, Dzulqadah, 10 hari pertama dari Dzulhijjah), dan diselesaikan umrahnya (bertahallul) pada waktu-waktu tersebut [Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz berkata: “Seseorang dikatakan berhaji Tamattu’ ketika dia datang ke Baitullah untuk berumrah (di bulan-bulan haji, pen.) kemudian tinggal di sana (di Makkah) untuk menunaikan hajinya (di tahun itu).” (Mansak Al-Imam Ibni Baz, hal. 39]. 2. Haji Qiran Haji Qiran adalah berihram untuk menunaikan umrah dan haji sekaligus, dan menetapkan diri dalam keadaan berihram (tidak bertahallul) hingga hari Nahr (10 Dzulhijjah). Atau berihram untuk umrah, dan sebelum memulai Thawaf umrahnya, dia masukkan niat haji padanya (untuk dikerjakan sekaligus bersama umrahnya). Kemudian melakukan Thawaf Qudum (Thawaf di awal kedatangan di Makkah), lalu shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim. Setelah itu bersa’i di antara Shafa dan Marwah untuk umrah dan hajinya sekaligus dengan satu sa’i (tanpa bertahallul), kemudian masih dalam kondisi berihram hingga datang masa tahallulnya di hari Nahr (10 Dzulhijjah). 3. Haji Ifrad Haji Ifrad adalah melakukan ihram untuk berhaji saja (tanpa umrah) di bulan-bulan haji. Setiba di Makkah, melakukan Thawaf Qudum (Thawaf di awal kedatangan di Makkah), kemudian shalat dua rakaat di belakang maqam Ibrahim. Setelah itu bersa’i di antara Shafa dan Marwah untuk hajinya tersebut (tanpa bertahallul), kemudian menetapkan diri dalam kondisi berihram hingga datang masa tahallulnya di hari Nahr (10 Dzulhijjah). Lalu jenis haji apakah yang paling utama (afdhal)? Untuk mengetahuinya yuk simak penjelasan Ustadz Ahmad Zainuddin dalam video cerqamah singkat berikut. #yufidtv #dakwah islam #pengajian #islam

Komentar

Verifikasi Akun Kamu..

Kamu belum melakukan verifikasi akun. Silahkan periksa email Kamu dan ikuti langkah selanjutnya.

Atau verifikasi melalui SMS

VERIFIKASI SMS

Dengan memverifikasi email, Anda dapat melakukan:

  • Upload vidio dengan ukuran yang lebih besar