Harap verifikasi akun kamu!Verifikasi
Seputar Sumut
Menampilkan 94 vidio

Demi Mempertahankan Tanah Lelulur, Warga Desa Sigapiton Bentrok dengan Aparat di Tobasa

0 Komentar
Komentar
DanauTobaCenter
Diunggah 13 Sep 2019
Sigapiton, 12 September 2019. Lokasi bentrok berada di seputaran lahan yang akan dibangun jalan pariwisata dari The Nomadic Kaldera Toba Escape. Terjadi bentrok antara warga Kabupaten Tobasa dengan aparat keamanan, di Desa Sigapiton, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Tobasa, Sumatera Utara, Kamis 12 September 2019. Lokasi bentrok berada di seputaran lahan yang akan dibangun jalan pariwisata dari The Nomadic Kaldera Toba Escape menuju Batu Silali sepanjang 1.900 meter dan lebar 18 meter. Dalam insiden itu salah seorang staf Kelompok Studi Pengembangan dan Prakarsa Masyarakat (KSPPM) menjadi korban pemukulan aparat. Dalam siaran pers KSPPM menyebutkan, Badan Oorita Danau Toba (BODT) pada Kamis 12 September 2019 mengirim alat berat ke Desa Sigapiton, bermaksud membangun jalan bagian dari pengembangan industri pariwisata di Kawasan Danau Toba. Bentrokan tak terhindarkan. Salah seorang staf KSPPM yang ikut mendampingi masyarakat, Rocky Pasaribu dipukul aparat dan mengalami luka di bagian mata kiri. "Saya dipukul dan diinjak oleh aparat polisi sata kami berusaha menghalau masuknya ekskavator ke lokasi lahan yang merupakan wilayah adat Desa Sigapiton<" kata Rocky, melalui sambungan telepon seluler. Menurut Rocky, ada tiga yang menjadi korban saat bentrok terjadi. Dua rekannya terjatuh sengaja didorong aparat keamanan. Namun yang sengaja dipukul hanya dirinya sendiri. Rocky mengaku sempat hendak diamankan dan diangkut oleh aparat Polres Tobasa namun berhasil dihalangi oleh warga yang terus berjaga di sana. Rocky menyebut, dia akan melaporkan tindakan represif aparat tersebut ke jalur hukum. "Saya akan laporkan tindakan aparat tersebut, kemungkinan besok, karena saya dan warga masih terus berada di lapangan," katanya. Kondisi pasca bentrok kata dia, alat berat sudah masuk ke lahan dan menumbangkan semua pohon yang ada di lokasi. Saat kejadian hadir di sana Direktur BODT Arie Prasetyo dan Bupati Tobasa Darwin Siagian. Sejauh ini Arie belum berhasil dimintai keterangan atas aktivitas pembersihan lahan guna pembangunan jalan pariwisata Danau Toba tersebut. Laporan: Danau Toba Center Narasi; Tagar #wisata danau toba #danau toba

Komentar

Verifikasi Akun Kamu..

Kamu belum melakukan verifikasi akun. Silahkan periksa email Kamu dan ikuti langkah selanjutnya.

Atau verifikasi melalui SMS

VERIFIKASI SMS

Dengan memverifikasi email, Anda dapat melakukan:

  • Upload vidio dengan ukuran yang lebih besar