Harap verifikasi akun kamu!Verifikasi
Mode Normal

INDONESIA AKAN SEGERA MILIKI PESAWAT SUKHOI T-50 PAKFA

0 Komentar

Laporkan masalah

Laporkan Video ini
Apa yang terjadi?
Batal
WATCHING MILITER
Diunggah 12 Jun 2016

Sebuah situs Militer Resmi Russia mengatakan Rusia mampu mengekspor lebih dari 600 unit pesawat tempur generasi kelima Sukhoi. Menurut para ahli dari Pusat Analisis Perdagangan Senjata Global, direncanakan untuk membangun setidaknya seribu pesawat ini. Urutan diharapkan Angkatan Udara Rusia selama tahun 2020-2040 dengan skenario ekonomi yang menguntungkan di negara itu bisa mencapai 400-450 unit.
Pada bulan Juli 2010, Direktur Jenderal Sukhoi Mikhail Pogosyan mengatakan bahwa kontrak dengan India dapat ditandatangani sebelum akhir tahun ini. Rincian kerjasama masa depan Sukhoi dan perusahaan terkemuka India Hindustan Aeronautics (HAL) berpartisipasi dalam pembangunan belum dilaporkan.
Berdasarkan perkiraan tersebut, pembeli potensial PAK FA didistribusikan antara negara-negara berikut: Aljazair (dapat membeli 24-36 pesawat tempur generasi kelima dalam kurun waktu 2025-2030 tahun), Argentina (12-24 unit di tahun 2035- 2040), Brasil (24 - 36 unit di tahun 2030-2035), Venezuela (24-36 unit di tahun 2027-2032), Vietnam (12-24 unit di tahun 2030-2035), Mesir (12-24 unit di tahun 2040-2045).
Juga, Indonesia (beberapa sekuadron 2028-2032),Iran (36-48 unit di tahun 2035-2040), Kazakhstan (12-24 unit di tahun 2025-2035), Cina (hingga 100 unit di tahun 2025-2035), Libya (12-24 unit di tahun 2025-2030), Malaysia (12-24 unit di tahun 2035-2040), dan Suriah (12-24 unit di tahun 2025-2030) .
Sebuah video menunjukkan bagaimana kepiawaian pesawat tempur generasi mendatang yang telah disiapkan oleh Rusia untuk menghadapi persaingan pertahanan udara dengan Amerika Serikat bersama F-35 nya.
Pesawat tempur T-50 adalah pesawat tangguh anti radar buatan Rusia yang memiliki kapabilitas manuver tajam dan dikenal sebagai superior di udara. Minggu lalu, kesuksesan baru diukir oleh para pilot jet tempur Su-30 buatan Rusia dengan memenangkan "pertempuran" bersama dengan jet tempur Typhoon milik Inggris dan menang telak atas negara penguasa lautan itu.
T-50 adalah jenis pesawat jet tempur terbaru yang merupakan reinkarnasi dari falsafah perang modern Rusia. T-50 mampu dengan mudah melakukan manuver ekstrim dengan putaran tajam. Pesawat anti radar ini dilengkapi dengan sensor dan senjata kelas wahid.
Presiden Rusia Vladimir Putin menaruh harapan bahwa pesawat jet tempur T-50 akan dapat beroperasi tahun 2020 mendatang, yang pada awalnya berharap akan dapat menyelesaikan sebanyak 50 unit, namun diundurkan menjadi hanya 12 unit saja.
Tidak banyak yang dapat dibandingkan dengan T-50. Pesawat jet tempur yang mungkin dapat dihadapkan dengan T-50 milik Rusia adalah F-35 Lighting II milik armada angkatan udara Amerika Serikat. Meski pada aksi dilapangan, sepertinya T-50 memiliki kapasitas yang lebih baik ketika bermain di udara.
Mendapat sorotan karena T-50 dianggap lebih baik, seorang pilot F-35 berkomentar "F-35 khusus di desain untuk mengikuti, menembak dan membunuh musuh dari jarak jauh, jadi tidak untuk pertempuran jarak pandang mata".
Untuk dapat bersaing dengan T-50 Rusia, F-35 harus berubah menjadi anti radar. Dan untuk itu, F-35 tidak dapat membawa segala jenis senjata, minyak atau peluru dibawah sayap. Ini akan menjadi sebuah kemunduran kemampuan dan fleksibilitas F-35.
F-35 memiliki sensor pencari panas yang telah dikembangkan selama sepuluh tahun terakhir, dan perangkat ini dinilai berkepentingan untuk menyukseskan perang di udara. Dan sementara F-35 masih butuh stealth atau anti radar, T-50 sepertinya untuk ke depan masih akan menjadi penguasa udara.
Kecepatan maksimum pesawat buatan Rusia T-50 Sukhoi PAK FA adalah 2,440 km/jam, sementara itu Lockheed Martin F-35 pada 1,930 km/jam. Rusia bahkan berencana menjual sekitar 1000 an pesawat tempur berjenis anti radar T-50 ini ke seluruh dunia.
Berikut ini beberapa sanggahan atas keberadaan T-50:
Meski Rusia klaim T-50 lebih baik, namun menurut laman bussinessinsider, desain pesawat tempur bermesin ganda milik T-50 mirip dengan gaya pesawat tempur F-22 Raptor yang sudah 20 tahun lalu.
Meski kecepatan T-50 lebih baik dibandingkan F-35, namun jet tempur Amerika F-35 dapat menembakan misil dan bom pintar saat terbang dengan kecepatan tinggi, lebih cepat dari kecepatan suara.
T-50 dirancang khusus dengan persenjatan dan penembak jarak jauh yang sangat baik, meski demikian F-35 memiliki tiga variasi penembak dengan tujuan tertentu yang lebih spesifik.
Sukhoi PAK FA T-50 diklaim dapat terbang hanya dengan menggunakan landasan pacu yang pendek 300 meter, sementara itu F-35 memiliki cara terbang vertikal dengan mesin jet yang berada di bawah sayap sebagai varian lain dari cara tinggal landas.

Sumber Google

Komentar

default-user
Langganan untuk bisa berkomentar
    Verifikasi Akun Kamu..

    Kamu belum melakukan verifikasi akun. Silahkan periksa email Kamu dan ikuti langkah selanjutnya.

    Atau verifikasi melalui SMS

    VERIFIKASI SMS

    Dengan memverifikasi email, Anda dapat melakukan:

    • Upload vidio dengan ukuran yang lebih besar