Harap verifikasi akun kamu!Verifikasi
Mode Normal

Sidang Kekerasan Seksual Motivator, Ketua Komnas PA: Terdakwa Kekerasan Seksual Harus Ditahan!

0 Komentar

Laporkan masalah

Laporkan Video ini
Apa yang terjadi?
Batal
Kompas TV
Diunggah 6 Jul 2022

MALANG, KOMPAS.TV - Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, terlibat adu mulut dengan pengacara motivator yang menjadi terdakwa kasus kekerasan seksual di Sekolah Selamat Pagi Indonesia Kota Batu, Julianto Eka Putra, di ruang sidang Pengadilan Negeri Kota Malang.

Pengacara terdakwa, Julianto Eka Putra, sempat meminta Arist Merdeka Sirait diam, karena tidak memiliki wewenang untuk berbicara dalam ruang sidang.

Baca Juga Tak Sangka Kemensos Langsung Cabut Izin Pengumpulan Sumbangan, Presiden ACT: Kami Sangat Kaget di https://www.kompas.tv/article/306488/tak-sangka-kemensos-langsung-cabut-izin-pengumpulan-sumbangan-presiden-act-kami-sangat-kaget

Dalam sidang ke 19 dengan agenda pemeriksaan terdakwa ini, Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist, menyoroti terdakwa kasus kekerasan seksual, Julianto yang tidak juga ditahan.

Sementara itu, di depan gedung Pengadilan Negeri Kota Malang, sejumlah warga melalukan aksi demonstrasi.

Mereka menuntut hakim adil, dan menahan terdakwa Julianto Eka Putra untuk memberikan perlindungan maksimal bagi korban.

Baca Juga Tak Hanya Jadi Penonton, Kepala Otorita IKN Dorong Masyarakat Lokal Ikut dalam Pembangunan di https://www.kompas.tv/article/306485/tak-hanya-jadi-penonton-kepala-otorita-ikn-dorong-masyarakat-lokal-ikut-dalam-pembangunan

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/article/306528/sidang-kekerasan-seksual-motivator-ketua-komnas-pa-terdakwa-kekerasan-seksual-harus-ditahan

Komentar

default-user
Langganan untuk bisa berkomentar
    Verifikasi Akun Kamu..

    Kamu belum melakukan verifikasi akun. Silahkan periksa email Kamu dan ikuti langkah selanjutnya.

    Atau verifikasi melalui SMS

    VERIFIKASI SMS

    Dengan memverifikasi email, Anda dapat melakukan:

    • Upload vidio dengan ukuran yang lebih besar