Harap verifikasi akun kamu!Verifikasi
Mode Normal

Trailer Pesantren Impian

0 Komentar
Laporkan Video ini
SCTV
Diunggah 14 Mar 2016
Sepuluh orang gadis mendapatkan undangan misterius untuk tinggal di Pesantren Impian. Sebuah pondok terpencil yang didirikan Gus Budiman untuk memberi kesempatan kedua bagi mereka yang mempunyai masa lalu gelap. Sissy, seorang model datang dengan sahabatnya Inong yang menyimpan masalah sendiri. Butet dengan kasus narkobanya. Sri hadir dengan skandal pelacuran. Sementara Rini yang tampak lugu, ternyata hamil di luar nikah. Selain mereka ada sederet nama lain dengan persoalan masing-masing. Termasuk Eni, polwan muda, cerdas dan ambisius, yang sedang mengusut kasus pembunuhan di Hotel Crystal, dan mendapat petunjuk tersangkanya berada di Pesantren Impian. Tak mudah mencairkan kekakuan di antara para santriwati yang tidak saling mengenal. Sebab masa lalu dan berbagai kebiasaan buruk terlanjur berkarat. Tetapi pembimbing pesantren, Ustadz Agam dan Ustadzah Hanum, juga Umar- sosok tampan misterus yang dekat dengan Gus Budiman- terus menyemangati. Perlahan, mereka berproses untuk mengenal Islam lebih baik, kembali pada fitrah. Berangsur Pesantren Impian terasa seperti rumah kedua yang menawarkan oase sejuk yang tak pernah mereka temukan. Hingga suatu ketika pesantren diserang. Kematian demi kematian aneh mulai terjadi. Para santriwati ketakutan. Suasana semakin mencekam. Apa yang sebenarnya terjadi? Bisakah para gadis muda menyelamatkan diri? Sementara waktu terus berdenyut dalam detak kematian, Umar, Eni dan Inong serta para gadis, berjuang mengalahkan teror mengerikan yang menimpa Pesantren Impian.
#trailer #film #indonesia #film indonesia #md pictures

Komentar

default-user
Langganan untuk bisa berkomentar
    Verifikasi Akun Kamu..

    Kamu belum melakukan verifikasi akun. Silahkan periksa email Kamu dan ikuti langkah selanjutnya.

    Atau verifikasi melalui SMS

    VERIFIKASI SMS

    Dengan memverifikasi email, Anda dapat melakukan:

    • Upload vidio dengan ukuran yang lebih besar