Sylvester Stallone bercerita soal persaingannya dengan Arnold Schwarzenegger pada 1980-an, masa ketika keduanya sama-sama berada di puncak film aksi. Yang dulu permusuhan, sekarang jadi salah satu persahabatan paling sering dibicarakan di Hollywood.
Persaingan itu dulu terbuka: berebut proyek, saling menyindir di wawancara, sampai membandingkan jumlah adegan. Dari semua itu, yang tersisa sampai sekarang adalah film-filmnya, dan lima di antaranya bisa ditonton di Vidio.
Baca Juga: Keanu Reeves Kembali Jadi Bill S. Preston, Ini 3 Film Aksinya yang Bisa Ditonton di Vidio
1. Rocky Balboa (2006)
Rocky Balboa adalah cara Stallone menutup cerita yang ia mulai sendiri pada 1976. Ia menyutradarai dan memainkan Rocky yang sudah tua, kembali ke ring untuk alasan yang lebih pribadi daripada uang.
Film ini bukan sekadar sekuel. Nadanya tenang, hampir seperti pamitan, dan itu yang membuatnya bertahan sebagai salah satu penutup terbaik dalam seri olahraga.
2. Creed (2015)
Sembilan tahun kemudian, cerita baitu dipindahkan ke generasi baru. Film Creed Arahan Ryan Coogler menempatkan Michael B. Jordan sebagai Adonis, anak dari lawan lama Rocky, dengan Stallone kembali sebagai pelatih sekaligus pengganti ayah.
Perannya di sini pendukung, tetapi justru dari posisi itu ia mendapat nominasi Oscar untuk pertama kalinya dalam karier panjangnya.
3. Creed II (2018)
Creed II melanjutkan ke pertarungan yang lebih personal, kali ini melibatkan nama Drago. Konfliknya tidak hanya soal siapa yang menang, tetapi soal warisan yang diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Film ini menyatukan dua garis cerita: perjalanan Adonis sebagai petinju baru, dan penyesalan Rocky atas masa lalunya sendiri.
4. Rambo: Last Blood (2019)
Rambo: Last Blood membawa tokoh ikonik itu ke garis akhir. Ia kembali bukan untuk perang, melainkan untuk melindungi orang yang ia anggap keluarga, dan cara yang ia pakai jauh dari cara yang benar.
Ini film yang keras dan tidak berusaha menyenangkan. Bagi penonton yang mengikuti seri Rambo sejak awal, penutup ini terasa seperti konsekuensi yang memang harus dibayar.
5. Expend4bles (2023)
Expend4bles mengumpulkan lagi nama-nama besar: Jason Statham, Dolph Lundgren, Tony Jaa, Iko Uwais, dan Stallone sendiri, dalam satu misi yang tidak terlalu serius.
Nilainya bukan pada cerita, melainkan pada daftar pemainnya. Kalau ingin melihat Stallone di tengah generasi aksi berikutnya, film ini jawabannya.
Keduanya kini muncul bersama di berbagai kesempatan, termasuk dalam wawancara yang membahas masa persaingan itu. Bagi penonton yang tumbuh dengan film mereka, cerita ini terasa seperti penutup yang pantas.
Baca Juga: Putri Marino Raih Best Performance di SGIFF, Ini 3 Filmnya yang Bisa Ditonton di Vidio
Dari Rival Menjadi Teman
Persaingan itu terdengar lucu sekarang, tetapi menjadi bagian dari cara film aksi dipasarkan saat itu. Poster, wawancara, sampai jumlah adegan jadi bahan perbandingan yang dibaca penonton.
Yang membuat kisah ini menarik adalah akhirnya. Keduanya tidak berhenti sebagai musuh, dan itu jarang terjadi di industri yang biasanya menyimpan dendam lebih lama daripada kariernya.
Dari semua filmnya, Rocky tetap yang paling sering disebut. Bukan karena tinjunya, tetapi karena ceritanya tentang orang biasa yang terus mencoba, dan alasan itu masih berlaku empat puluh tahun kemudian.
Nonton Film Sylvester Stallone di Vidio
Kelima film itu tersedia di Vidio dengan subtitle Indonesia. Kalau ingin mengikuti perjalanannya dari awal, mulai dari Rocky Balboa, lalu lanjut ke Creed dan Creed II sebagai kelanjutan cerita yang paling rapi.
Kamu bisa nonton film Sylvester Stallone di Vidio kapan saja lewat fitur Rental, termasuk Rambo: Last Blood dan Expend4bles.
