Jazz Goes to Campus (JGTC) kembali melanjutkan perjalanannya menuju penyelenggaraan ke-49. Mengusung tema “Resonating Jazz Through Every Soul,” festival musik jazz yang telah berlangsung selama hampir lima dekade ini akan digelar pada 8 November 2026 di FEB UI Campus Ground, Depok.
Jelang gelaran tersebut, konferensi pers The 49th Jazz Goes to Campus digelar pada 11 September 2026 di Balai Kota Jakarta. Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah keterkaitan panjang JGTC dengan Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono Anung Wibowo, Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta, menyebut Jazz Goes to Campus sebagai bagian dari sejarah Jakarta.
Baca Juga: Kemang Jazz Night 2026 Sukses Digelar, Vidio Turut Dukung Rangkaian The 49th Jazz Goes to Campus
Jazz Goes to Campus Bagian dari Sejarah Jakarta

Perjalanan Jazz Goes to Campus tidak dapat dipisahkan dari Jakarta. Meski gelaran utama JGTC kini berlangsung di lingkungan FEB UI, Depok, Jakarta tetap memiliki tempat penting dalam sejarah festival yang telah menjadi bagian dari perkembangan musik jazz di Indonesia tersebut.
Pramono Anung menegaskan, “JGTC is part of Jakarta history.” Pernyataan tersebut menjadi salah satu sorotan dalam konferensi pers The 49th JGTC, terlebih penyelenggaraan tahun 2027 akan menjadi momentum penting karena JGTC memasuki usia 50 tahun.
Keterkaitan tersebut juga akan diwujudkan melalui rencana JGTC The City Series yang akan hadir di lima wilayah berbeda di Jakarta. Rangkaian ini menjadi salah satu upaya untuk membawa kembali musik jazz ke berbagai ruang di ibu kota.
Momentum menuju 50 tahun JGTC pada 2027 juga bertepatan dengan peringatan 500 tahun Jakarta. Kolaborasi tersebut membuka peluang untuk kembali menghidupkan berbagai kawasan bersejarah yang memiliki keterkaitan dengan perjalanan JGTC dan Jakarta.
Hampir 50 Tahun Membawa Jazz Lebih Dekat

Jazz Goes to Campus pertama kali hadir dari lingkungan mahasiswa dan memiliki tujuan untuk membawa musik jazz lebih dekat kepada generasi muda. Founder Jazz Goes to Campus, Candra Darusman, menjelaskan bahwa JGTC berangkat dari keinginan untuk “membumikan jazz.”
Pada era 1970-an, musik jazz banyak dinikmati melalui pertunjukan di hotel yang relatif sulit dijangkau mahasiswa. JGTC kemudian hadir di lingkungan kampus sehingga jazz dapat dinikmati lebih dekat oleh mahasiswa dan masyarakat.
Semangat tersebut terus berkembang melalui berbagai program yang menjadi bagian dari perjalanan JGTC, salah satunya band competition. Program ini menjadi ruang bagi talenta baru untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mendukung regenerasi musisi jazz muda.
Ketua Forum Jazz Indonesia dan promotor jazz internasional, Chico Hindarto, turut menyoroti peran tersebut. Menurutnya, JGTC merupakan sebuah “investasi” jangka panjang bagi ekosistem jazz nasional, terutama melalui upaya menemukan dan mengembangkan talenta baru.
Sebelum menuju gelaran utama, rangkaian pre-event dan City Series juga telah berlangsung sejak Maret 2026 untuk membawa semangat JGTC ke lebih banyak ruang dan masyarakat. Salah satunya adalah Kemang Jazz Night 2026 yang turut mendapat dukungan dari Vidio sebagai bagian dari rangkaian menuju The 49th Jazz Goes to Campus.
The 49th Jazz Goes to Campus Hadirkan Lebih dari 30 Performers

Memasuki penyelenggaraan ke-49, JGTC akan menghadirkan lebih dari 30 performers yang tampil di empat panggung. Line-up tahun ini membawa musisi dari berbagai genre dengan tetap mempertahankan elemen jazz dalam musik yang dibawakan.
Pada fase pertama dan kedua, sejumlah nama yang telah diumumkan antara lain Kunto Aji, Perunggu, Sal Priadi, Maliq & D’Essentials, HIVI!, dan The Groove.
Sementara itu, konferensi pers The 49th JGTC sekaligus menjadi momen pengumuman fase ketiga line-up. Beberapa nama yang bergabung adalah Yura Yunita, Pamungkas, serta White Shoes & The Couples Company, dengan nama lainnya yang masih akan diumumkan.
Project Officer The 49th JGTC, Andra Achmad Daradjatun, menjelaskan bahwa tema “Resonating Jazz Through Every Soul” berangkat dari gagasan bahwa jazz dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, keberagaman line-up menjadi bagian dari konsep JGTC tahun ini. Jazz tidak harus hadir secara eksklusif, tetapi dapat berkembang melalui kebebasan berekspresi, improvisasi, dan kolaborasi.
Dengan perjalanan hampir lima dekade, Jazz Goes to Campus terus menjadi ruang pertemuan bagi musisi, mahasiswa, komunitas, dan masyarakat. Penyelenggaraan ke-49 menjadi langkah menuju perjalanan besar pada 2027, ketika JGTC memasuki usia 50 tahun sekaligus memperluas resonansinya melalui berbagai kegiatan di Jakarta dan sekitarnya.
The 49th Jazz Goes to Campus akan digelar pada 8 November 2026 di FEB UI Campus Ground, Depok. Mengusung semangat “Resonating Jazz Through Every Soul,” gelaran ini menjadi bagian dari perjalanan panjang JGTC dalam membawa musik jazz lebih dekat kepada berbagai generasi.
Dengan dukungan Vidio, Kemang Jazz Night 2026 menjadi bagian dari perjalanan menuju gelaran The 49th Jazz Goes to Campus. Nantikan informasi dan update terbaru mengenai rangkaian The 49th JGTC melalui kanal resmi JGTC dan bersiap menyambut JGTC Festival pada 8 November 2026.
